Indikator Kinerja Strategis Pengukuran

Indikator Kinerja Definisi Rumus
1 Indeks akuntabilitas keuangan dan pembangunan program prioritas dalam nawa cita Merupakan perwujudan kewajiban instansi pemerintah yang terkait dengan keuangan dan pembangunan program prioritas dalam nawa cita, untuk mempertanggung- jawabkan pencapaian hasil program dan kegiatan yang telah diamanatkan sesuai dengan sasaran/target/kinerja yang telah ditetapkan (adopsi Perpres 29/2014, SAKIP)

Merupakan rata-rata nilai indeks akuntabilitas pengelolaan keuangan dan pembangunan dari seluruh program prioritas dalam nawa cita yang dilakukan pengawasan oleh BPKP. Nilai diperoleh dari survey pada K/L/P/K yang terkait.

Rumus Pengukuran:

2 Persentase maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Tingkat maturitas atau kematangan SPIP menunjukkan kualitas proses pengendalian yang terintegrasi dalam pelaksanaan sehari-hari tindakan manajerial dan kegiatan teknis program/kegiatan/organisasi instansi pemerintah. Kualitas proses pengendalian dimaksud terselenggara dalam suatu kerangka kerja yang menunjukkan kehadiran prinsip dan konsep kelima unsur secara seimbang, komprehensif dan integratif logis

Pengukuran atas program prioritas dalam nawa cita: merupakan rata-rata nilai tingkat penyelenggaraan sistem pengendalian intern dari seluruh program prioritas dalam nawa cita yang diawasi BPKP.

Pengukuran untuk K/L/Pemda: merupakan rata-rata nilai tingkat penyelenggaraan sistem pengendalian intern yang mencapai level 3 dari K/L/P/K dibandingkan dengan:

  1. seluruh K/L untuk level K/L
  2. seluruh pemerintah provinsi untuk level provinsi
  3. seluruh pemerintah kabupaten/kotauntuk level kabupaten/kota

Rumus Pengukuran:

3 Efektivitas SPI Korporasi (level 3) Kinerja BUMN menunjukkan tingkat efektivitas penylenggaraan SPI dalam pengelolaan korporasi seperti kesehatan BUMN dari penilaian atas aspek keuangan, operasional dan administratif.

Tingkat kematangan pengelolaan SPI

Rumus Pengukuran:

4 Persentase tingkat kapabilitas APIP yang mencapai level 3, level 2 dan level 1 Kapabilitas APIP merupakan kemampuan APIP untuk melaksanakan perannya dalam menilai dan melaporkan tingkat efisiensi, efektivitas, dan keekonomisan, serta memberikan saran kepada manajemen, yang mencakup area tata kelola, manajemen risiko dan pengendalian. Peningkatan kapabilitas diarahkan untuk memperkuat atau meningkatkan pengawasan intern melalui langkah-langkah perbaikan dari tingkat pengawasan intern yang kurang kuat menuju kondisi yang kuat dan efektif dengan organisasi yang lebih matang dan kompleks. Pembinaan kapabilitas mengidentifikasi kebutuhan fundamental untuk pelaksanaan pengawasan intern yang efektif, yang mengarah kepada pemenuhan tata kelola organisasi dan praktek-praktek pengawasan yang profesional.

Merupakan rata-rata nilai tingkat kapabilitas pengawasan intern dari APIP yang mencapai level 3, level 2 dan level 1 dibandingkan dengan:

  1. APIP seluruh K/L untuk level K/L
  2. APIP seluruh pemerintah provinsi untuk level provinsi
  3. APIP seluruh pemerintah kabupaten/kotauntuk level kabupaten/kota

Nilai diperoleh dari assesment pada APIP K/L/P berdasarkan pedoman yang berlaku.

Rumus Pengukuran: